Lomba Desa Diharapkan Memicu Ekonomi Warga Pasca Pandemi


"Kita juga lagi mengupayakan ada dalam kebangkitan pada pasca pandemi yang kita lewati. Untuk itu, salah satu yang harus dibangkitkan dalam pasca pandemi adalah keluarga.” Ujar Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Somalay Batlayeri, mewakili Bupati Kepulauan Tanimbar pada Pembukaan Penilaian Lomba Desa Terbaik Pelaksanan 10 Program Pokok PKK di Desa Waturu Kecamatan Nirunmas Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sabtu (27/11/2021).

Waturu, Kegiatan Penilaian Lomba Desa Terbaik Pelaksana Sepuluh Program Pokok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Tingkat Provinsi Maluku di Kabupaten Kepulauan Tanimbar diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama melakukan pemulihan sekaligus membangkitkan perekonoiman masyarakat berbasis keluarga pasca pandemic Covid-19.

Keganasan pandemi Covid-19 yang melumpuhkan dunia turut berpengaruh dan dirasakan di kabupaten yang berjuluk Duan Lolat tersebut. Hal ini kemudian mendapat respon cepat pemerintah daerah dalam mengambil langkah-langkah strategis penanggunglan dampak covid-19 serta bagaimana cara pemulihan pasca pandemi.

"Kita juga lagi mengupayakan ada dalam kebangkitan pada pasca pandemi yang kita lewati. Untuk itu, salah satu yang harus dibangkitkan dalam pasca pandemi adalah keluarga.” Ujar Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Somalay Batlayeri, mewakili Bupati Kepulauan Tanimbar pada Pembukaan Penilaian Lomba Desa Terbaik Pelaksanan 10 Program Pokok PKK di Desa Waturu Kecamatan Nirunmas Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sabtu (27/11/2021).

Menurut Somalay Batlayeri, keluarga adalah sebuah unit terkecil dalam berbangsa, di lain sisi keluarga juga adalah objek sekaligus subjek dari pembangunan bangsa itu sendiri sehingga kekuatan suatu bangsa dimulai dari ketahanan ekonomi sebuah keluarga.

“Pak bupati berpesan untuk kita bersama-sama dengan PKK, segera melakukan langkah-langkah strategis pemulihan mulai dari unit yang terkecil yang saya sampaikan adalah keluarga.”Sebut sosok muda yang digadang sebagai staf ahli bupati termuda secara nasional.

Menurut Batlayeri sesuai pengamatannya setelah tiba di Desa Ngurkandung (Waturu) ternyata sudah memenuhi kriteria lomba pelaksanaan 10 program PKK. Karena jika dilihat dari penghayatan sampai perencanaan kesehatan yang terpadu semuanya sudah memenuhi syarat, dan juga aspek penilaian gotong royong sehingga layak diperhitungkan.

“Gotong royong itu dapat menunjukan bahwa desa Ngur kandung atau Waturu ini layak keluar sebagai juara nanti.”Sebut Batlayeri dengan penuh antusias.

Selain itu, Desa Waturu yang juga pernah meraih Juara I Tingkat Nasional Lomba Ketahanan Pangan dan langsung diserahi Piagam dan Piala oleh Presiden, diharapkan menjadi modal dasar penilaian dari aspek pemenuhan pangan sebagaimana point 3 pada 10 Program Pokok PKK.

“Dapat kami laporkan untuk dewan juri, desa Waturu ini pernah mendapat juara I nasional dan kadesnya langsung menerima piala dari Presiden.” Sebut Batlayeri yang pernah menjabat sebagai Camat Nirunmas.

Menutup sambutannya, Batlayeri berharap hasil penilaian yang dilakukan hari ini (Sabtu, 27/11/2021) dapat dilakukan secara objektif dan sesuai kondisi riil sehingga mampu menjawab dan memenuhi kriteria penilaian berdasarkan program kerja yang diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKK IX Tahun 2021.

“saya merasa Waturu sudah sangat memenuhi syarat sebelum didatangi tim-tim penilai, apalagi sudah didatangi oleh tim penilai yang diketuai oleh Ibu Joice, pasti sudah sangat layak kita dinilai. Pemerintah Daerah menaruh harapan kepada tim juri dan seluruh pengurus PKK dari kabupaten, desa dan masyarakat.” Pungkasnya. (Kominfo-015)

 

 


Share post ini: